Friday, February 05, 2010

RiSaLaH MuRsYiDuL aM..







Sambutan Mursyid Am Ikhwanul Muslimin ke-8; Muhammad Badi’ Al-Majid Sami

Makkah, 16-01-2010, 11.50

Penerjemah:

Abi ANAS

_____

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah dan selawat serta salam atas Rasulullah, para sahabatnya dan semua yang mengikutinya, wa ba’du

Wahai para hadirin yang mulia…

Ikhwah dan akhawat yang dimuliakan Allah…

Saya dahulukan dengan tahiyah Islam yang mulia:

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Dengan kehendak Allah SWT, saya mengambil tanggungjawab yang besar ini, bukan permintaan dari pribadi saya dan bukan karena saya memiliki keistimewaan dan kelebihan; namun ini merupakan ketentuan yang telah Allah tetapkan untuk saya, dan sebagai tanggungjawab yang saya tidak sanggup memikulnya kecuali tetap tunduk pada-Nya, dengan berharap pertolongan dari Allah, berharap taufik dan hidayah dari-Nya, dan percaya akan bantuan dan keikutsertaan kalian semua; untuk mewujudkan tujuan mulia yang telah kita nadzarkan pada jiwa kita dan bekerja keras untuknya semata-mata kerana Allah SWT.

Ikhwah dan akhawat yang mulia…

- Saya dahulukan ucapan saya dengan memberi penghormatan kepada guru kita, akhina yang mulia, dan mursyid kita yang terhormat Ustadz Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin ketujuh, yang telah memimpin bahtera ini di tengah badai dan ombak yang begitu keras, menghadapi berbagai hambatan dan rintangan dengan gagah berani, dan telah menghadirkan teladan yang baik bagi semua pemimpin dan pejabat dalam sebuah pemerintahan, lembaga dan partai dengan penuh tanggungjawab dan amanah, dan menyerahkan kepemimpinan setelah melewati satu dekade, seakan tidak ada kata dan bahasa yang cocok untuk diungkapkan kecuali luapan kecintaan dan penghargaan yang mendalam kepada mursyid kita, tidak ada kata dapat kami haturkan kecuali: “Jazakallah Khairan wa atsaba bifadhlihi tsawaba shiddiqin” (Semoga Allah memberikan balasan terbaik dan memberikan ganjaran melalui karunia-Nya dengan pahala orang-orang yang shiddiqin).

- Kami sampaikan kepada ikhwah dan akhawat anggota jamaah Ikhwanul Muslimin yang tersebar di seluruh penjuru dunia; betapa kami berharap dan betapa indahnya jika itu terjadi; sekiranya kalian semua berada bersama-sama kami pada peristiwa yang besar ini, kalian berada disisi kami dan bersama kami, namun sekalipun jasad kita tidak bertemu namun ruh-ruh kita tetap bersatu dan berpadu dalam cinta karena Allah, doa kalian akan selalu dibawa oleh para malaikat, dan nasihat dan masukan kalian sangat kami nantikan dan membuat kami bahagia.

- Adapun kepada para ikhwah yang berada dibawah kekuasaan tangan-tangan zhalim dan penindasan, yang menghuni penjara kezhaliman dan penindasan tanpa ada alasan yang benar kecauli hanya kerana mengatakan “bahwa kami beriman Allah”, dan berusaha mengangkat martabat bangsa dan memajukan kehidupan bangsanya; kami sampaikan kepada mereka dengan penuh keikhlasan akan sanjungan dan rasa hormat kami kepada mereka atas kesabaran, ketabahan dan pengorbanan kalian. Dan kami yakin bahwa hal tersebut tidak akan sia-sia, tidak akan hilang dengan hampa, harapan kita kepada Allah sangatlah besar, semoga Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang melakukan kezhaliman, mau kembali pada jalan yang benar. Kami berharap kalian bersama kami untuk membicarakan perjalanan dakwah ini dan mendukung dakwah ini, semoga Allah merahmati dan melindungi kalian semua.

Ikhwah dan akhawat yang mulia…

Sebagaimana yang kalian ketahui bersama, bahwa diantara tujuan utama Ikhwanul Muslimin adalah melakukan reformasi menyeluruh dan integral, yang mencakup segala kondisi yang terjadi saat ini dengan melakukan islah (perbaikan) dan perubahan.

إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْأِصْلاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah”. (Huud:88)

Dan melalui kerjasama dengan berbagai kekuatan umat yang bersih, bersama para pemilik semangat yang tinggi dan tulus dari para pecinta agama dan negaranya.

Ikhwanul Muslimin percaya bahwa Islam yang mulia yang telah Allah letakkan di dalamnya semua asas yang sepadan untuk kesejahteraan hidup umat, kebangkitan dan kebahagiaannya; karena itu, Islam mereka jadikan sebagai sumber rujukan dan titik tolak menuju terwujudnya perbaikan, yang dimulai dari individu melalui proses tarbiyah dan melatih disiplin diri, lalu diikuti dengan pembentukan keluarga dan masyarakat muslim dengan meningkatkan performanya dan menghilangkan berbagai bentuk kezhaliman di dalamnya, berusaha secara kontinyu untuk memerdekakan negara dari segala bentuk penguasaan asing atau hegemoni intelektual, spiritual dan budaya serta dari penjajahan ekonomi, politik dan ketenteraan, hingga pada akihrnya membawa negara ke arah kemajuan, kemakmuran dan kesejahtaraan, dengan meletakkan posisinya yang sesuai di persada dunia.

Dan diantara hasil dari pemahaman Islam yang komprehensif ini, Ikhwanul Muslimin dianggap sebagai pergerakan dakwah yang memiliki karakter;

- Dakwah salafiyah (penerus dakwah salafussalih),

- Thariqah sunniyyah (pengamal sunnah),

- Haqiqat sufiyah (realitas sufiyyah),

- Hai’ah siyasiyah (gerakan politik),

- Jamaah riyadhiyyah (kelompok olah raga),

- Rabitah ilmiyyah thaqafiyyah (persatuan kebudayaan dan keilmuan)

- Syirkah iqtisodiyyah (syarikat perekonomian)

- Dan fikrah ijtima’iyyah (idealisme sosial),

sebagaimana yang telah disebut dalam Al-Quran:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi” (Al-Qashash:77).

Ikhwanul Muslimin memahami betul bahwa Al-Quran Al-Karim dan Sunnah yang shahihah telah merangkum semua peraturan dan berbagai perkara, dan umat dapat mengambilnya sebagai cara yang terbaik untuknya berdasarkan peraturan ini baik sebagai alternatif yang beragam dan pilihan fikih yang boleh berubah mengikuti adat, kebiasaan, masa dan tempat.

Ikhwah dan akhawat yang mulia…

Walaupun ideologi, misi dan tujuan kita adalah adalah jelas; banyak pihak mencoba menggambarkan tentang kita dengan gambaran yang berbeda, meletakkan julukan kepada kita yang berbeda dan tidak sesuai dengan misi dan tujuan kita; oleh kerana itu, kami selalu memperkenalkan kembali diri kami, prinsip dan pendirian serta sikap kami terhadap isu yang menyebar sehingga tampak jelas akan kebenaran yang sesungguhnya untuk semua kalangan.

Saya ingin menyatakan kepada mereka yang mendukung kesatuan jamaah dan keteguhan barisannya: bahwa mereka yang bekerja untuk Tuhan mereka, agama dan negara dengan penuh keikhlasan tidak mungkin terbentuk kecuali dalam satu barisan, walaupun memiliki perbedaan pandangan, dan beragam ijtihad. Ikhwan tidak mengenal hakikat mereka yang mengatakan bahwa perbedaan pandangan dapat menyebabkan perpecahan, merusak hubungan kasih sayang atau memberikan pengaruh akan kemurnian ukhuwwah, padahal kami telah bermuahadah dan berbaiat dihadapan Allah SWT untuk bekerja keras dijalan Allah dalam satu barisan seperti sebuah bangunan yang tersusun rapi dan kuat.

Ikhwanul Muslimin selalu bekerja dengan penuh cinta dan ukhuwah berdasarkan peraturan dan disiplin serta kaidah-kaidah yang munazham (diataur) untuk bekerja secara berjamaah, yang tentunya senantiasa dapat diperbaharui dan diperbaiki jika terdapat kekeliruan atau kekurangan, dan memiliki fleksebilitas tanpa melanggar prinsip-prinsip yang asasi dan tidak bertentangan dengan tsawabit. Dan dalam hal ini Ikhwanul Muslimin senantiasa menerima, masukan nasihat dan pandangan dari semua pihak serta mengambil faedah dan hikmah dari berbagai kalangan, jargon yang mereka ikuti adalah pepatah

رَحِمَ اللهُ امْرَءًا أَهْدَى إليَّ عُيُوْبِي

”semoga Allah merahmati mereka yang menunjukkan kekurangan saya”.

Ikhwah dan akhawat yang mulia…

Disini kami ingin menegaskan beberapa perkara berikut:

• Kami adalah salah jamaatun minal muslimin (salah satu Jamaah dari umat Islam) dan bukan Jamaatul Muslimin, tidak seperti yang dilontarkan oleh orang-orang yang tidak mengenal dakwah ikhwan, kerana Islam sangatlah besar untuk bisa dimonopoli oleh satu kelompok. Dan Alhamdulillah berkat karunia Allah, Ikhwanul Muslimin mendapatkan pengakuan ditengah masyarakat dan sangat populer diberbagai belahan dunia; terutama negara Arab dan negara Islam; karena dakwah yang ditebarkan adalah dakwah yang moderat yang selalu bersumberkan dari Al-Qur’an dan Sunnah.

• Bahwa dakwah dan pergerakan kami adalah merupakan rangkaian yang memiliki keterkaitan dan kesinambungan, dibangun dalam rangka saling bersandar antara satu dengan yang lainnya. Motto kami adalah seperti yang disebutkan dalam Qur’an:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْأِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ آمَنُوا

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (al-Hasyr: 10)

• Bahwa kami percaya dan meyakini adanya tahapan dalam melakukan reformasi, dan hal tersebut tidak dapat dicapai kecuali dengan cara damai dan konstitusional yang didasarkan pada dialog, persuasi dan tidak ada paksaan; karena itu mereka menolak akan kekerasan dan mengutuk semua bentuk kekerasan baik yang dilakukan oleh pemerintah atau perorangan, kelompok atau lembaga.

• Ikhwanul Muslimin memandang bahwa sistem undang-undang harus mampu memberi ruang akan kebebasan individu, syura (atau demokrasi), mendapatkan kedaulatan kuasa dari suara rakyat, meregulasi kekuasaan dan pemisahan antaranya, tidak condong pada yang lain sebagai alternative. Kerana itulah, melalui titik tolak ini, Ikhwanul Muslimin ikut serta dan aktif dalam pemilihan umum, dan menuntut adanya reformasi birokrasi dan kekuasaan dengan cara dan sarana damai dan aman, diantaranya adalah melalaui mimbar parlemen, kerja swasta, dan menganggap itu semua sebagai satu kewajiban sesuai dengan pemahaman mereka terhadap agama dan ketulusan mereka dalam mengabdi terhadap Negara mereka sendiri.

• Adapun berkenaan dengan sikap kami terhadap rejim di negeri kami; bahwa Ikhwanul Muslimin selamanya tidak akan menjadi penentang rezim yang berkuasa, meskipun sebagian pemerintah selalu melakukan diskriminasi terhadap mereka, menyita harta dan mata pencaharian mereka dan terus melakukan penangkapan terhadap jiwa mereka, namun Ikhwanul Muslimin juga tidak akan pernah ragu untuk mengungkap korupsi dan kerusakan yang terjadi di segala bidang, tidak akan pernah terlambat dalam memberikan saran dan nasihat, memberikan kritikan dan saran untuk keluar dari krisis yang terjadi bertubi-tubi terhadap bangsa dan negara mereka, dan berusaha membina putra dan putri bangsa untuk memiliki moralitas dan kebajikan serta bermanfaat bagi orang lain, dan semua ini adalah untuk kepentingan tanah air, warga dan institusi negara.

• Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa prinsip pendirian mereka terhadap pemerintah adalah untuk mendukung yang baik dan menolak serta menentang yang buruk dan jahat, karena itulah pada saat mereka menentang sesuatu tidak dilakukan sekedar melakukan penentangan yang buta.

• Adapun saudara kami yang berasal dari kalangan kristen baik di dunia Arab maupun dunia Islam; sikap kami terhadap mereka sangat jelas, bahwa mereka adalah rekan kami dalam memajukan dan membangun peradaban bangsa, sahabat kami dalam mempertahankannya, teman karib kami dalam pembangunan, penumbuhan dan kebangkitannya, karena berbuat baik dan bekerjasama dengan mereka adalah satu kewajiban dalam Islam.

لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“ Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil”. (al-Mumtahanah: 8).

Ikhwanul Muslimin berpandagan bahwa kerakyatan dalam suatu negara adalah berdasarkan kerjasama yang sempurna dan persamaan dalam hak dan kewajiban, kecuali dalam hal pribadi, yang mana mengikuti kepercayaan dan cara masing-masing.

• Dalam kesempatan ini; Ikhwanul Muslimin menolak dengan keras dan mengutuk segala bentuk keganasan dan kekerasan etnis yang terjadi silih berganti belakangan ini, dan mereka juga tidak ragu-ragu dalam menyatakan penolakannya setiap saat terhadap peristiwa yang menyakitkan ini. Karena warga yang menganut agama kristen bersama umat Islam adalah satu komunitas dari sisi sosial, budaya dan peradaban, yang menyatu benang-benangnya dan berpadu ragamnya serta kokoh anasirnya sepanjang zaman dan generasi, sebagaimana mereka juga menyeru untuk mencari penyebab krisis yang terjadi secara gamblang dan jelas, serta berusaha memberikan solusi dalam rangka keluar dari bebragai kondisi ini serta mengembalikan negara menjadi satu kesatuan yang sehat dan prima.

• Berkenaan dengan isu wanita; Ikhwanul Muslimin selama ini telah menjelaskan bahwa jamaah selalu memperjuangkan hak-hak wanita dalam bidang politik, ekonomi dan sosial. ”karena wanita bagian dari laki-laki”. Dan kami menyeru kepada seluruh wanita muslimah untuk memainkan perannya secara umum, tidak menjauh dari masyarakat dan permasalahan umum untuk kebaikan bangsa Arab dan umat Islam.

Syura (atau demokrasi) adalah wasilah asasi kami, kami bersungguh-sungguh melaksanakannya dan mendukung keberadaannya. Semua institusi dalam pergerakan ini meletakkan syura dan demokrasi sebagai asasnya; bermula dari majelis idarah (tata usaha ) bangsa hingga Maktab Irsyad umum. Ikhwanul Muslimin menegaskan bahwa syura atau demokrasi pada intinya menghormati pandangan pihak lain, dan komitmen dengan pendapat mayoritas yang dijadikan sebagai keputusan untuk semua.

• Berkaitan dengan kekuatan Islam, kelompok, Negara dan partai politik, intelektual dan elit budaya; Ikhwanul Muslimin percaya secara penuh bahwa seluruhnya harus mengambil peran dalam suatu kebangkitan, pembangunan dan reformasi, dan mereka juga harus membuka tangan mereka untuk semua kalangan, dan menolak peminggiran (pengecualian) individu, lembaga atau kelompok dari perannya masing-masing, Mereka menerima adanya multi partai dan kewajiban memberikan kebebasan dalam membentuk partai tanpa ada kekangan dan selama sesuai dengan konstitusi, begitupula mereka percaya adanya masa peralihan kekuasaan melalui pemilu yang bebas dan bersih, karena umat adalah ujung tombak kekuasaan, dan perbaikannya adalah tanggung jawab kita semua tanpa ada pengebirian dan pengecualian.

• Ikhwanul Muslimin meletakkan isu Palestina sebagai prioritas utama dalam berbagai sudut pandangannya dan menganggap isu ini sebagai utaa dan terbesar bagi umat yang harus segera diselesaikan. Dan bumi Palestina dengan kesuciannya dan kedudukan Masjid Al-Aqsa di hatiumat merupakan tanah Arab dan Islam, dan harus memiliki kesungguhan dalam membela isu ini; sehingga menjadi permasalahan pemerintah dan bangsa sehingga bumi Palestina dapat merdeka dan terwujud harapannya. Insya Allah.

• Ikhwanul Muslimin selalu berada disisi umat Islam dan bangsa Arab dalam menyokong dan memberikan dukungan terhadap permasalahan yang sedang dihadapi dan bersikap secara moderat, bahkan mereka tidak ragu-ragu dalam menyampaikan nasihat kepada semua pemerintah dan institusi Arab atau Islam baik dalam bentuk yang resmi (formal) maupun tidak resmi (non formal). Mereka juga tidak pernah berhenti untuk berkorban demi kemaslahatan umat ketika diperlukan. Mereka juga menyeru negara Arab dan Islam untuk bersatu dan bekerjasama menentang proyek imperialisme, hegemoni Barat dan Zionis, sebagaimana mereka juga menyeru pada kesatuan umat dan menyelesaikan permasalahan dan pertikaian internal di antara negara Arab dan Islam melalui dialog dan bukan dengan senjata. Karena itu kami mengingatkan saudara kami yang ada di Yaman, Sudan, Somalia, Iraq, Lebanon, Afganistan dan Pakistan, bahwa satu-satunya jalan untuk mewujudkan perdamaian dan keamanan rakyat mereka adalah dengan dialog dan menyepakati bersama jalan yang terbaik untuk bangsa yang mulia ini.

• Adapun sikap kami terhadap sistem global yang dikuasai oleh Amerika dan Barat adalah sangat jelas. Kami tidak bermusuhan dengan negara-negara barat, tetapi kami menentang sistem ini yang mana mereka menuntut adanya demokrasi dan kebebasan untuk rakyatnya namun menafikannya buat kami dan bangsa kami. Negara-negara barat menggunakan kekuatan ekonominya untuk mempengaruhi dan menguasai negara kami dan kebijakan-kebijakannya. Sebagaimana mereka juga menanam dan melindungi Negara Zionis untuk menjadi duri di tubuh bangsa Arab dan umat Islam, memperlakukan isu dan permasalahan kami dengan standar ganda, bahkan berusaha menghancurkan nilai-nilai, budaya dan identitas Islam dengan nilai-nilai barat, begitu pula berusaha menghancurkan dan merusak nilai keimanan dan akhlak di negara kami. Karena itu, Kami menyeru kepada seluruh umat untuk bersatu dalam menghadapi proyek Zionis dan Barat, mengatasi segala perbedaan dan perselisihan, menghentikan kecendrungan fanatisme kelompok, dan menolak segala bentuk agresi atau penjajahan terhadap negara Arab atau Islam, mengoptimalkan perjanjian pertahanan bersama dalam menghadapi kekuatan zhalim dan kesewang-wenangan global.

• Kami menuntut kepada rezim global ini untuk komitmen dengan keadilan dan kebenaran dan menghormati dan menghargai nilai-nilai kebebasan dan keadilan di berbagai penjuru dunia, karena hal tersebut merupakan jaminan bagi terwujudnya keamanan dunia dan kerjasama di antara bangsa-bangsa dunia serta menyebarkan nilai kebebasan dan keadilan di seluruh dunia. Sebagaimana disebutkan dalam hadits nabi saw:

كُلُّكُمْ بَنُو آدَمَ، وَآدَمُ خُلِقَ مِنْ تُرَابٍ

”Kalian semua adalah anak cucu Nabi Adam, dan Adam dicipta dari tanah” (Al-Bazzar).

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

”Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari lelaki dan perempuan dan Kami telah menjadikan kalian berbagai bangsa dan bersuku-suku, agar kalian saling berkenalan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di sisi Allah adalah orang yang bertakwa”. (Al-Hujurat:13)

dalam hadits lain juga disebutkan:

فَلَيْسَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ فَضْلٌ، وَلا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ فَضْلٌ، وَلا لأَسْوَدَ عَلَى أَبْيَضٍ وَلا لأَبْيَضَ عَلَى أَسْوَدَ فَضْلٌ إِلا بِالتَّقْوَى

”Bangsa Arab tidaklah lebih mulia dari yang lain (yang bukan arab) dan begitu juga sebaliknya, orang yang berkulit hitam tidaklah lebih mulia dari yang berkulit putih dan begitu juga sebaliknya, kecuali dalam karena ketaqwaannya” (At-Tabarani).

Ikhwah dan akhawat yang mulia…

Sesungguhnya kami memandang masa depan dengan penuh harapan dan kewaspadaan…

Bahwa Harapan adalah slogan bagi orang beriman yang jujur. Dan ia merupakan bekalan kami dalam mengarungi perjalanan yang panjang ini, karena itu beramal merupakan segenap harapan kami. berkasih sayang dan ukhuwwah merupakan wasilah ikhwan untuk menghadapi kesusahan. Sementara berputus asa bukanlah sifat orang yang beriman sebagaimana berdiam diri dan bermalas malasan bukanlah karakter seorang mujahid.

Adapun kewaspadaan adalah sarana untuk menyatukan kami bersama rakyat Mesir, bangsa Arab dan umat Islam, bahkan umat manusia secara keseluruhannya, guna menjelangi masa depan yang lebih baik pada saat dunia ini sedang menghadapi ancaman konflik, wabah virus dan penyakit, dan para saintis merasa prihatin terhadap dunia karena adanya pemanasan global, kemarau dan kering. Yang membawa dunia pada kondisi yang memilukan, berbagai manuver yang salah kaprah yang dilakukan oleh negara super power yang menginginkan adanay individu menguasai manusia lainnya, sehingga hasilnya adalah lautan darah dan jasad yang bergelimpangan di sebagian belahan dunia Islam seperti Afganistan, Iraq, Sudan, Somalia, Lebanon dan Palestina di tambah dengan krisis ekonomi yang tidak putus-putusnya, pada saat ingin menggapai solusi datang lagi permasalahan lain dan mencekiknya; sehingga manusia terus menjalani hidup dalam kerisauan dan rasa cemas terhadap masa depan mereka dan masa depan anak-anak mereka, dan mereka merasa bahwa dibalik kondisi seperti itu ada konspiratornya dan dibalik berbagai kejadian ini ada yang menciptakan dan membuat berbagai krisis.

Ikhwah dan akhawat yang mulia…

Rakyat Mesir, bangsa Arab serta umat Islam bahkan umat manusia seluruhnya meletakkan harapan yang sangat besar kepada kalian, dan kalian –dengan izin Allah- memiliki kemampuan untuk membawa tanggungjawab yang besar ini, mampu menanggung beban yang penuh resiko ini. Bahwa sejarah telah membuktikan berulang kali akan kesabaran, ketabahan, ketetapan pendirian, kerja dan produktivitas kalian walaupun banyak kabar angin yang tersebar tentang kalian, syubhat atas kalian serta kondisi pahit yang selalu mengiringi kalian.

Hadirkanlah kepada dunia akan Islam yang sebenarnya… Islam yang membawa toleransi dan kesederhanaan, Islam yang menghormati keragaman dunia secara keseluruhan… Islam yang menggalakkan untuk saling mengenal dan bekerjasama untuk kebaikan seluruh manusia.

Laluilah semua jalan dan gunakan semua wasilah (sarana) dan wasait (media) untuk menyampaikan dakwah Islam kepada manusia dipenjuru dunia…dan bersungguh-sungguhlah untuk menggapai kebenaran;

وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

”Dan hadapilah mereka dengan perjuangan yang besar dan bersungguh-sungguh” (al-Furqan: 52).

Yaitu jihad dalam dakwah dan memberikan penjelasan… dengan pena dan lisan… dengan berbagai macam cara dan seni yang jitu dan sarana yang bersih.. dengan berbagai cara untuk menjelaskan hakikat Islam dan menolak syubhat atas kalian.. jadikanlah slogan kalian pada firman Allah:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (An-Nahl:125)

Dan firman Allah:

وَلا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ

“Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka”. (Al-Ankabut:46)

Didiklah diri kalian dengan nilai dan etika yang murni dan mulia… dan akhlak yang lurus, dan jadilah contoh dan teladan bagi umat manusia. Pimpinlah mereka ke jalan Allah dengan menjadi teladan yang baik dan dengan akhlak yang lurus. bekerjasamalah dengan semua pihak dalam membentuk peribadi dan menyempurnakan akhlak yang mulia.

Bekerjasamalah dengan mereka yang bekerja untuk kebaikan dan taqwa, bahkan bekerjasamalah dengan seluruh orang beriman di seluruh dunia untuk membela kebenaran dan menolak kebatilan, mempertahankan keimanan dan memerangi kekufuran dan atheisme.

Perbaikilah diri kalian dan rumahtangga kalian, bersegeralah melakukan kebaikan untuk dapat memperbaiki kelompok masyarakat. Tetaplah berada disamping orang-orang yang tertindas dan terzhalimi dimana saja mereka berada guna mengembalikan hak yang terampas dan melawan kezhaliman sesama manusia.

Kembalilah kepada Qur’an yang mulia dan Sunnah Rasulullah yang mulia, sirah kehidupan Rasulullah dan dan kehidupan manusia-manusia yang agung dan shalihin. Pelajarilah dan ambillah manfaat darinya serta luruskan dan perbaikilah perjalanan hidup kalian secara kontinyu dan ketahuilah bahwa Allah senantiasa memperhatikan amal kalian dan bukan melihat pada zahir kalian. Dan teruslah berharap akan pertolongan Allah karena ia amatlah dekat;

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ. بِنَصْرِ اللَّهِ يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

”Pada hari itu orang-orang beriman bergembira. (Dengan kemenangan yang diberikan Allah). Dia memberi kemenangan kepada sesiapa yang dikehendakiNya dan Dialah Allah Yang Maha Perkasa, lagi Maha Mengasihani.” (ar-Rum: 5)

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

”Dan katakanlah (wahai Muhammad): Beramallah kalian (akan segala yang diperintahkan), maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kalian kerjakan dan kelak kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui perkara-perkara yang ghaib dan yang nyata, kemudian Dia akan memberitahukan kepada kalian apa yang kalian telah kerjakan.” (at-Taubah: 105)

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya”. (Yusuf:21)

2 comments:

david santos said...

Happy Valentine`s Day and Happy Chinese New Year!

taqwaforever said...

bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillah,selesai membaca kesemuanya.

Subhanallah,ucapan seorang pemimpin yang amat jelas matlamatnya dlm melaksanakan sebuah amanah.mencakupi Islam secara keseluruhan!

moga beliau diberi kekuatan dari Allah untuk melaksanakn tanggungjawab besar ini seterusnya mengangkat,mengukuhkan Islam dr sebarang anasir yg sentiasa berusaha merobohkannya.

semoga Islam semakin tersebar luas dengan penuh kefahaman secara syumul dan kaaffah,juga penghayatan,amalan dalam kehidupan seterusnya tauhid menjadi pasak utama yang mengakar dalm setiap jiwa muslim!

matlamat yang besar ini bukanlah datangnya dari usaha seseorang atau hanya sesebuah kelompok.Tetapi memerlukan usaha dari seluruhnya yang ingin merasakan nikmat Islam sebagai syi'ar sebenar dlm hidup kita.

Alangkah bahagianya hidup di bawah petunjuk Allah.sentiasa terpelihara,terjaga walaupun terdapat berbilang bangsa,agama.

sebenarnya antara faktor masih ramai yg tidak/belum menerima Islam secara keseluruhannya adalah kerana penyampainya (kita) terhadap mereka.

akhir sekali,terus perbaiki diri dan serulah orang lain.

"Islah Nafsak,

wad'uu ghairak"

motto ikhwanul muslimin: wa ai'ddu!

saya SIAP!

wallahuA'lam.